AI bikin nulis kode jadi lebih murah. Dan bikin kemampuan memahami kode jadi lebih berharga.
Bottleneck-nya bergeser, dari “Bisa tidak Anda menghasilkan kode ini?” jadi “Bisa tidak Anda menilai kode ini benar-benar bagus atau tidak?”
Sekadar pendapat
Pandangan singkat soal membangun software. Satu dua baris, apa pun yang benar-benar saya pikirkan. Bukan esai. Anda boleh tidak setuju.
AI bikin nulis kode jadi lebih murah. Dan bikin kemampuan memahami kode jadi lebih berharga.
Bottleneck-nya bergeser, dari “Bisa tidak Anda menghasilkan kode ini?” jadi “Bisa tidak Anda menilai kode ini benar-benar bagus atau tidak?”
Nemu meme lucu:
Saya yang ngoding, Anda yang review: $500
Anda yang vibe-coding, saya yang review: $5.000
Vibe coding memang bikin ongkos bangun software jadi lebih murah, tapi merawat software yang dibangun asal-asalan bisa jauh lebih mahal.
Kata Kent Beck, “I’m not a great programmer; I’m just a good programmer with great habits.” Kebiasaannya itu yang tidak ikut kebawa ke model. Kodenya jadi, tapi tidak ada dorongan sedikit pun buat nulis test dulu, pair di bagian yang susah, atau berhenti dan refactor selagi masih hijau.
Setahun penuh semua soal ujian di sistem itu saya sendiri yang input. Seratus tiga puluhan set, biasanya habis makan malam, selalu H-1. Bulan Agustus saya bikinkan gurunya editor sendiri, dan pekerjaan itu hilang dari saya. Itu hal terbaik yang saya rilis tahun ini.
Masalah aplikasi yang dibikin AI dalam satu akhir pekan itu bukan kodenya. Tapi waktu rusak hari Sabtu, cuma ada satu orang yang bisa membukanya, dan orang itu Anda.
Dibikinkan persis seperti yang diminta. Tidak ada yang minta backup, jadi backup-nya memang tidak ada. AI-nya bukan ceroboh. Dia nurut, dan itu yang jauh lebih susah kelihatan.
Bisnis yang jalan pakai WhatsApp dan spreadsheet itu bukan berarti berantakan. Biasanya justru sebaliknya. Ada satu orang yang menahan semuanya di kepalanya, rapi, dan tiga tahun belum pernah benar-benar libur.
Separuh pemilik bisnis yang tanya soal merekrut CTO sebenarnya tidak butuh CTO. Yang mereka butuh satu orang yang memang tugasnya memutuskan, supaya itu tidak jatuh ke mereka terus.